Skip to main content

Posts

Muncul Sejumlah Kejanggalan Pada Kasus Audrey, Apakah Audrey Juga Bersalah?

Kasus Audrey, siswi SMP di Pontianak yang jadi korban penganiayaan oleh sekelompok siswi SMA masih ramai jadi perbincangan publik. Viralnya tagar 'JusticeForAudrey' dan reaksi sejumlah publik figur terhadap kasus ini membuat banyak orang menjadi simpatik dan memberikan dukungan kepada Audrey. Namun, pernyataan dari kepolisian serta sejumlah temuan yang didapat dianggap menjadi kejanggalan tersendiri dalam kasus Audrey ini. Sejumlah temuan yang dianggap ganjil ini kemudian diposting oleh seorang pengguna Instagram yang kemudian dibagikan oleh akun @audreyjugabersalah lewat Instagram Story. Ada 8 poin kejanggalan yang diungkapkan dalam postingan tersebut. Mulai dari kasus Audrey yang viral karena seseorang yang bukan siapa-siapa Audrey mengunggahnya di Twitter. Padahal pihak keluarganya baru melaporkan kasus tersebut seminggu setelahnya. Temuan yang dianggap menjadi kejanggalan dalam kasus Audrey Kemudian temuan mengenai Audrey yang memiliki 2 akun Facebook, di...

3 Tersangka Mengalami Depresi Berat.

Tiga siswi SMA pelaku penganiayaan terhadap siswi SMP bernama Audrey (14) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengalami depresi berat. Pelaku tersebut berinisial F, TPP, dan NNA. Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu. Pribudiarta mengatakan ketiganya merasa tertekan. "Kondisi pada hari ini yang harus diketahui dari semua pihak, anak itu dalam kondisi depresi berat," ujar Pribudiarta di Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). Pribudiarta menuturkan, satu dari tiga siswi pelaku mendapat penanganan khusus karena sudah putus asa. Sementara dua pelaku lainnya tengah dalam proses penanganan. "Pada hari ini luar biasa tekanan psikologis terhadap anak dari tiga anak. Satu anak sudah harus ditangani khusus karena sudah putus asa. Dua anak yang lain sedang dalam proses penanganan," ucap Pribudiarta. See detail Pribudiarta menje...

KEMENDIKBUD temukan beberapa berita HOAX mengenai kasus Audrey.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengungkap ada kabar bohong atau hoaks dalam kasus pengeroyokan Audrey di Pontianak, Kalimantan Barat. Kabar yang faktanya tidak seperti yang viral di media sosial. Isu yang viral di medsos bahwa korban dikeroyok oleh 12 pelaku juga tidak benar. Termasuk merusak area sensitif korban juga tidak benar. "Kasus ini sangat disayangkan, dan tidak seperti yang viral di medsos setelah saya mendapat informasi langsung dari Kapolresta Pontianak, Kompol Muhammad Anwar Nasir, " kata Muhadjir Effendy di Pontianak, Kamis (11/4/2019). "Maaf nalar sehat mestinya korban bisa meninggal kalau isu tersebut benar," ucapnya. Kasus pengeroyokan Audrey ibarat emperannya lebih besar dari rumah sendiri, ia mencontohkan terkait auratnya (korban) juga tidak benar, padahal itu yang membuat mengerikan. Ia juga mengajak, kepada para kepala sekolah agar tidak membiarkan berita liar itu, sehingga merusak citra sekolah, apalagi sudah vi...

Menurut ahli psikis inilah penyebab bullying Audrey, cegah adanya Audrey yang lain!!

Secara tidak langsung kita semualah yang telah mengajarkan anak - anak bangsa bullying dan kekerasan. Seperti contoh kasus Audrey ini, tak sedikit dari kita yang menunjukkan sifat bahkan kata - kata tak wajar. 1 korban 12 pelaku, dukung korban agar bisa bangkit dan bimbinglah para pelaku yang masih dibawah umur tersebut agar sadar. Berikut penjelasan ahli psikis terkait hal tersebut; Violetta Hasan Noor, Psikolog Klinis Anak, Rabu (10/4/2019) mengatakan, peranan orangtua dalam tumbuh kembang anak dilingkungannya memainkan peranan penting dalam membentuk anak apakah akan menjadi seorang perundung atau tidak. "Itu terjadi karena anak terekspos bully juga, melihat orangtua memarahi orang dan anak menjadi peniru karena merasa ternyata kalau marah kita boleh seperti itu. Atau ketika anak marah, tidak diarahkan oleh orangtua cara yang benar untuk mengelola amarahnya atau anger management," kata Violetta kepada Antara. Violetta menilai, banyak kasus perundungan terjadi d...

Mengaku diancam dibunuh dan terus diteror warganet.

Ketiga tersangka pengeroyok Audrey meminta maaf. Mereka juga mengaku sebagai korban bully. "Kami menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, pihak keluarga dan masyarakat umumnya, dalam kasus ini, kami juga menjadi korban bullyi dari medsos yang telah menghakimi melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif korban. Padahal hanya penganiayaan ringan, bahkan kami kini diancam dibunuh dan terus diteror oleh warganet" kata terduga pelaku di Mapolresta Pontianak yang difasilitasi oleh KPPAD Kalbar. Para terduga penganiayaan tersebut, satu persatu ada yang mengakui melakukan penganiayaan ringan kepada korban dan tidak sampai melakukan perusakan terhadap area sensitif Audrey, seperti yang beredar luas di media sosial. Terduga penganiayaan, juga membantah telah melakukan pengeroyokan. "Kami sangat menyesal dan meminta maaf terhadap korban dan pihak keluarga atas perlakukan tersebut," ujar salah satu terduga penganiayaan tersebut. Sementara...

Hasil Visum Audrey, sebenarnya kejadiannya tak separah yang beredar dimedia sosial.

Mengenai kasus Audrey, siswa SMP yang diduga dianiaya 12 anak SMA yang masih dibawah umur, sebenarnya hal tersebut tak separah yang beredar dimedia sosial, tidak ada kasus pengeroyokan, pelaku mengaku hanya satu lawan satu dengan korban. Hasil visum siswi SMP Pontianak korban pengeroyokan disampaikan Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir. Menurut Kapolresta, hasil pemeriksaan visum dikeluarkan Rumah Sakit Pro Medika Pontianak, kemarin, Rabu 10 April 2019. M Anwar Nasir mengatakan, dari hasil visum diketahui jika tak ada bengkak di kepala korban. Kondisi mata korban juga tidak ditemukan memar. Penglihatan korban juga normal. Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, untuk telinga, hidung, tenggorokan (THT) tidak ditemukan darah. "Kemudian dada tampak simetris tak ada memar atau bengkak, jantung dan paru dalam kondisi normal," katanya. Kondisi perut korban, sesuai hasil visum tidak ditemukan memar. Bekas luka juga tidak ditemukan. Kemudian organ dalam, tidak ada pem...

Stop teror pelaku bully Audrey!!

Yap, anak – anak jaman sekarang emang agak unik dan antik. Ada aja kelakuan mereka yang melewati batas wajar, hingga membuat orang satu negara geleng kepala. Contohnya: melakukan hal kurangajar terhadap guru yang sudah banyak terjadi dimana-mana dan yang baru-baru ini kasus bullyng sekelompok anak remaja berjumlah 12 orang yang membuat sumua orang geram dan mengecamnya. Tentunya miris bila membayangkan perasaan orang tua mereka saat mengetahui anaknya sudah berbuat kejahatan diusia muda. Berbeda dengan kejahatan biasanya, separah apapun bila anak di bawah umur pelakunya maka tetap akan tunduk pada UU PA. Hukum akan tetap ada tapi berbeda dengan proses untuk orang dewasa. Di indonesia memang belum memiliki institusi khusus pengadilan anak, sehingga dalam memproses anak sebagai pelaku tindak pidana tidak mengacu pada KUHAP. Untuk menentukan seorang anak pantas atau tidak untuk diberikan proses hukum seperti orang dewasa juga sulit dilakukan. Sebab, keterampilan, kemampuan dan penget...