Apa perintah pertama Sukarno Setelah diangkat sebagai Presiden Pertama R.I. pada tanggal 18 Agustus 1945?
"SATE AYAM LIMA PULUH TUSUK..."
Itulah perintah pertama Bung Karno pada penjual sate yang beliau temui di perjalanan dengan jalan kaki ketika akan pulang ke rumah. Presiden pertama kita lalu jongkok di dekat got dan tempat sampah, serta menyantap sate dengan lahap karena lapar.
Apa mobil pertama presiden R.I. dan dari mana asalnya?
Mobil pertama Presiden R.I. adalah Mobil Buick besar yang muat tujuh orang dengan gorden di jendela belakang. Mobil itu milik Kepala Jawatan Kereta Api, seorang Jepang. Sopirnya orang Indonesia yang ditemui oleh Sudiro. Sudiro meminta kunci mobil ke supir si tanpa diketahui pemiliknya, lalu si sopir disuruh pulang kampung, di Jawa Tengah dan bersembunyi.
Dengan kata lain, aslinya: MOBIL RAMPASAN DI TENGAH JALAN.
Tentara Sekutu mendarat di Indonesia pada Bulan September 1945.
Pasukan pertama adalah pasukan Inggris dengan sekelompok wartawan. Para wartawan langsung menuju ke kediaman Presiden R.I. untuk mewawancarainya. Konferensi Pers dilakukan di beranda depan muka rumah, di Jalan Pengangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Masalahnya, dalam rombongan wartawan itu, ada Wartawan Belanda yang menyusup dan mengaku sebagai wartawan Amerika Serikat dari The New York Times.
Bagaimana caranya mencari dan menemukan wartawan Belanda itu sedangkan wajah Eropanya tidak bisa dibedakan dengan wartawan lain? Press Officer Bung Karno juga hanya seorang pelajar muda yang sama sekali tidak berpengalaman menghadapi wartawan?
Akhirnya ditemukan solusinya secara cepat...
Sukarno menamakan METODE UJI KAKI.
Staf Presiden diminta menginjak kaki wartawan2 itu sewaktu wawancara berlangsung. Jika ia berteriak.... OUH..!!! Itu orang Inggris dan Amerika Serikat. Jika ia berteriak ... OW...!!! ITULAH WARTAWAN BELANDA KEPARAT!!!
Presiden tentu memiliki ajudan militer.
Ajudan Sukarno yang pertama adalah seorang rakyat sipil yang langsung diberi pangkat militer Letnan.
Seorang staf protes pada Sukarno. "Ratu Belanda, Juliana, itu ajudannya berpangkat kolonel. Padahal rakyatnya cuma 10 juta. Presiden kita memiliki rakyat 70 juta, kenapa hanya memiliki ajudan berpangkat Letnan?
Solusinya sederhana.
Sukarno memanggil ajudannya dan bertanya:
"Sudah berapa lama kamu menjadi Letnan?"
"Siap...!!! Satu setengah jam yang lalu." Hormat ajudannya.
"Nah, kita adalah negara baru yang tumbuh dengan cepat," kata Bung Karno. "MULAI SORE INI ENGKAU BERPANGKAT MAYOR..."
Sumber: Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat

Comments
Post a Comment