Ada beberapa hal penting yang dapat diambil dari buku “Filosofi Teras”, yang mungkin akan membuatmu tenang ketika menghadapi masalah hidup.
1. Ask Yourself: Is it Up to You?
Dalam hidup ini hanya ada dua hal: yang bisa kita kendalikan dan yang tidak. Hujan, macet, teman yang banyak bacot, pacar yang emosian, dan komentar netizen, semuanya tidak bisa kita kendalikan.
Yang bisa kita kendalikan hanyalah pikiran, pendapat, kata-kata, persepsi, dan tindakan kita sendiri. Jangan habiskan energimu untuk marah kepada hal yang tidak bisa diubah. Fokus kepada yang bisa diubah.
2. Kekuatan Persepsi Manusia
Emosi negatif muncul dari persepsi negatif. Diputusin pacar, misalnya. Semua pasti setuju kalau ini negatif. Negatif karena kejadian seperti ini membuat kita menangis dalam kesedihan. Dari satu sudut pandang, benar. Tapi dari sudut pandang lain?
Putus artinya punya lebih banyak waktu untuk hobi. Putus artinya keluar dari hubungan toxic. Baik buruknya sebuah kejadian itu tergantung persepsi. Dan yang lebih penting: kondisi belum tentu bisa diubah, tapi persepsi bisa diubah detik ini juga.
3. Premeditatio Malorum
Atau dalam bahasa yang lebih simple: think of the worst scenario. Kejadian buruk yang menimpa kita akan terasa lebih menyakitkan kalau kita tidak pernah membayangkannya. Misal, jalan dekat rumah yang biasanya lancar tiba-tiba macet.
Beda cerita kalau jalan itu memang selalu macet. Kita tidak kaget, dan kita tidak kecewa sama sekali. Malah, kita tenang-tenang saja jadinya. Selalu pikirkan skenario terburuk yang bisa menimpa kita agar tidak kecewa saat kesialan itu benar-benar terjadi.
4. Jangan Ribet Deh
Skripsi penuh dengan revisi? Ya sudah, tinggal ganti. Atasan tidak suka dengan kerjaan kita? Ya sudah, tinggal bikin yang lebih bagus lagi. Mengeluh atau marah-marah tidak membuat masalah apa pun terselesaikan, hanya memperburuk suasana hati.
Kebanyakan masalah yang kita hadapi dalam hidup ini sebenarnya sepele. Kita tidak perlu berpikir keras untuk mencari solusinya. Dan seringnya, solusinya bisa dilakukan tanpa bacot (mengeluh) sama sekali. Hidup ini simple, jangan dibuat rumit.
5. Amor Fati
Artinya, love of fate atau mencintai takdir. Kalau kondisi kita sedang baik, tentu sangat mudah untuk mencintai kehidupan. Dalam kondisi buruk? Lebih sulit pasti. Tapi... hidup ini terlalu indah untuk tidak dicintai, dinikmati, walau dengan segala keburukannya.
Kalau kata Nitzsche, “...that one wants nothing to be different, not forward, not backward, not in all eternity. Not merely bear what is necessary ...but love it.” Don’t hate life. Love it.
6. Memento Mori
Remember death. Kalau malam ini kita meninggal, banggakah kita dengan kata-kata kasar yang kita berikan pada orang tua tadi pagi? Banggakah kita dengan hidup yang isinya penuh dengan amarah dan kebencian?
Mengingat kematian berarti mengingat betapa berharganya waktu yang kita miliki. Mengingat kematian akan membuat kita lebih berhati-hati dalam berkata dan berbuat. Persis seperti yang diucapkan Marcus Aurelius 2000 tahun lalu:
“You could leave life right now. Let that determine what you do and say and think.”

Comments
Post a Comment